Wednesday, July 19, 2017

Demo dan Blokir Jalan Tol, 10 Mahasiswa Ditangkap

Demo dan Blokir Jalan Tol, 10 Mahasiswa Ditangkap

Demo dan Blokir Jalan Tol, 10 Mahasiswa Ditangkap

Hits.news - Makassar, 40 mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) demonstrasi terkait kasus sengketa lahan tol. Massa dari ahli waris pemilik lahan Intje Koemala versi Chandra Taniwijaya tersebut kembali turun aksi, Rabu (19/7). Mereka turun bersama beberapa kerabat ahli waris mulai pukul 06.00 WITA dengan cara memblokade jalan tol di gate 1, Kelurahan Kaluku Boddoa, Kecamatan Tallo, Makassar. Batu-batu gunung dan beling ditabur melintang di jalan. Polisi menangkap 11 pendemo.

Arus lalu lintas sempat terganggu, sehingga anggota Polsek Tallo yang tiba di lokasi terpaksa mengalihkan sejak dari di pintu masuk Tol Reformasi. Arus lalu lintas dialihkan ke ruas jalan sebelah sehingga yang tadinya satu jalur, menjadi dua jalur.

Para pendemo menuntut sisa pembayaran ganti rugi lahan senilai Rp 9,24 miliar dari luasan kurang lebih 10 hektare, karena sebelumnya telah dibayarkan Rp 2,5 miliar dari luas lahan dua hektare lebih tahun 1998.

Yuda, salah seorang demonstran dalam orasinya mengatakan, tuntutan pembayaran sisa ganti rugi lahan ini berdasarkan fatwa Mahkamah Agung (MA) kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU PR).

"Ini sudah belasan tahun diperjuangkan tapi pembayaran belum juga dilakukan, dengan dalih kasusnya berperkara di pengadilan karena jadi sengketa dua pihak. Tapi sudah keluar fatwa MA, lalu apa lagi alasan pembayaran tidak juga dilakukan," tandas Yuda.

Kurang lebih dua jam pengunjuk rasa ini memblokir jalan tol. Sejumlah anggota Polsek Tallo maupun dari unit Sabhara termasuk Kasat Intelkam Polrestabes Makassar, AKBP Kaimuddin turun langsung bernegosiasi dengan mahasiswa agar segera membuka blokade jalan namun tidak digubris.

Tak pelak sekira pukul 08.14 WITA, Wapolrestabes Makassar AKBP Hotman Sirait juga Kabag Ops Polrestabes Makassar AKBP Syamsu Ridwan memerintahkan untuk menyapu aksi mahasiswa ini.

Demonstran sempat melakukan perlawanan namun berhasil dipatahkan hanya kurang dari lima menit, sejumlah mahasiswa di antaranya diangkut dan digelandang ke Mapolrestabes Makassar. Di antara mereka ada yang ditemukan membawa senjata tajam badik.

"Kita bubarkan aksi itu karena mereka melakukan aksi tidak didahului pemberitahuan sebagai amanah UU. Selain itu, di antara mereka ada yang membawa senjata tajam. Mereka terpaksa kami ambil termasuk koordinator lapangan selaku penanggung jawab aksi," kata Hotman Sirait.

Puluhan mahasiswa yang ikut demo berasal dari Universitas Indonesia Timur dan Universitas Negeri Makassar.

Adapun yang diamankan itu ada 11 orang. Masing-masing laki-laki IB (52) yang membawa sebilah badik, D (23), YJ, MY (22), AG (22), Ik (22), KA (22), Zn (40) tukang becak motor, RS (19), Sf (20) dan Am (21).

Agen Togel Online Terpercaya

Berita Terbaru, Berita Hari Ini, Berita Terbaru Hari Ini, Berita Terkini, Berita Ahok, Berita Terbaru Ahok, Berita Indonesia, Berita Dunia, Berita Teknologi, Berita Terupdate, Berita Kilat, Situs Berita, Lapak Berita, Berita Lapak, Berita Teknologi Terbaru, Berita Sepakbola, Berita Artis, Berita Otomotif

Location: Indonesia

0 comments:

Post a Comment

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html