Sunday, November 5, 2017

Presiden Rusia Melawat ke Teheran Untuk Bahas Kesepakatan Nuklir Iran

Presiden Rusia Melawat ke Teheran Untuk Bahas Kesepakatan Nuklir Iran

Berita HitsPresiden Rusia Vladimir Putin mengunjungi Teheran atau Tehran pada Rabu, 1 November 2017 waktu setempat untuk melaksanakan pertemuan dgn pemimpin Iran dan Azerbaijan.

Presiden Rusia Melawat ke Teheran Untuk Bahas Kesepakatan Nuklir Iran

Di Tehran, Putin bertemu dgn Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Presiden Iran Hassan Rouhani, dan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev. Pertemuan itu berlangsung tertutup, tapi Kantor Pemimpin Tertinggi Iran merilis pernyataan resmi yg membeberkan hasil pembicaraan para pemimpin ketiga negara.

Agenda utama pertemuan itu adalah rencana Rusia-Iran-Azerbaijan dalam mengembangkan megaproyek transportasi darat. Proyek yg dimaksud adalah pembangunan jaringan jalan raya dan rel kereta yg menghubungkan ketiga negara di kawasan Laut Kaspia. Demikian seperti dikutip ABC News, Kamis (2/11/2017).

Akan tetapi, di samping pembahasan tentang proyek tsbt, Presiden Putin dan kedua petinggi Negeri Para Mullah turut membahas mengenai isu nuklir Iran.


"Kami menentang perubahan unilateral sepihak dalam kesepakatan nuklir (Iran) yg sejatinya bersifat multilateral. Kami juga menentang ketika isu nuklir Iran kerap dikaitkan dgn isu-isu keamanan," kata Putin saat bertemu dgn Khamenei, seperti yg tercantum dalam pernyataan resmi yg dirilis oleh kantor Pemimpin Tertinggi Iran.

Sementara itu, berdasarkan rilis tsbt, Khamenei memuji Putin dalam menyikapi isu kesepakatan nuklir Iran. Ia kemudian mengatakan, "Karena alasan itu, sangat mungkin untuk melakukan dialog logis dan kooperasi dgn Rusia."

Pernyataan itu seakan mengkritik sikap Amerika Serikat yg berencana untuk menarik diri dan merevisi secara sepihak Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) atau kesepakatan nuklir Iran. Rencana itu digagas pada Oktober lalu.

JCPOA merupakan pakta kesepakatan multilateral, melibatkan Iran (sebagai negara yg diawasi) dan sejumlah pihak yg terdiri dari negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB, Jerman, dan Uni Eropa (sebagai negara yg mengawasi Iran).

Menurut pakta itu, Iran sepakat terhadap sejumlah hal, salah satunya adalah pengurangan stok uranium (bahan baku pembuat nuklir) hingga 98 persen. Kepatuhan Iran akan ditukar dgn pencabutan sanksi dari negara-negara yg menandatangani kesepakatan tsbt.

Pakta itu memiliki mekanisme pengawasan rutin. Secara berkala, yakni per 90 hari, para negara anggota akan memberikan sertifikasi kepatuhan kepada Iran setelah melakukan peninjauan. Terakhir kali, sertifikasi kepatuhan diberikan kepada Iran pada Juli 2017.

Namun, pada Oktober lalu, Presiden Trump menolak untuk memberikan sertifikasi kepatuhan terhadap Iran. Ia beranggapan bahwa Tehran tidak memberikan kontribusi positif terhadap perdamaian dan keamanan regional serta internasional, sebuah harapan yg disematkan dalam pembukaan JCPOA.

Rusia, China, Prancis, Inggris, Jerman, dan Uni Eropa mendesak agar AS mengubah sikapnya dan segera memberikan sertifikasi tsbt kepada Iran.

Bandar Sakong

Berita Terbaru, Berita Hari Ini, Berita Terbaru Hari Ini, Berita Terkini, Berita Ahok, Berita Terbaru Ahok, Berita Indonesia, Berita Dunia, Berita Teknologi, Berita Terupdate, Berita Kilat, Situs Berita, Lapak Berita, Berita Lapak, Berita Teknologi Terbaru, Berita Sepakbola, Berita Artis, Berita Otomotif

Location: Indonesia

0 comments:

Post a Comment

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html